
Kegiatan blog (blogging) sudah sangat populer di dunia, bahkan di Indonesia. Bahkan, blogging sudah menjadi aktivitas wajib bagi beberapa blogger. Berbagai macam aktivitas dapat dilakukan di dalam blog itu sendiri. Dari menyebarkan berita, menulis diary online, menaruh video, bisnis, dan masih banyak lagi. Biasanya, pengguna lain dapat meninggalkan komentar pada halaman blog sehingga dapat membuat interaksi antara pemilik blog dan pengunjung.
Banyak orang sudah mencoba blogging, tetapi tidak mengerti apa yang sebenarnya apa yang dikerjakan sehingga berhenti melakukan blogging. Ada beberapa alasan, kenapa orang tidak melanjutkan blogging, entah itu karena dia bosan, tidak menemukan kesenangan, tidak menemukan teman, dan beberapa alasan lainnya. Pada postingan kali ini, saya akan memberikan beberapa tips bagi blogger pemula sehingga dapat membuat blog yang bagus.
1. Keluarkan opini Anda
Orang-orang di internet sangat gemar membaca blog karena biasanya blog berisikan opini dari si pemilik blog tersebut dan ternyata mereka sangat suka membaca opini orang lain dibandingkan tulisan yang dibuat perusahaan. Oleh karena itu, jangan takut untuk mengeluarkan opini Anda sendiri.
2. Berikan link
Dukung hasil tulisan Anda dengan link dari website lain yang dapat mendukung tulisan Anda.
3. Berikan tulisan yang singkat
Jangan terlalu banyak menggunakan kata-kata. Semakin pendek tulisan Anda, akan semakin bagus karena orang-orang di internet biasanya malas untuk membaca suatu artikel yang panjang. Namun, Anda harus membuat tulisan yang jelas dan tepat sasaran.
4. Cukup 250 kata
Untuk membatasi jumlah kata-kata dari poin no 3, usahakan tulisan Anda jangan lebih dari 250 kata.
5. Buat judul yang berisi inti blog Anda
Tuliskan inti dari tulisan Anda di judul blog. Buat orang tertarik dan mengerti sekilas tentang isi blog Anda hanya dengan membaca judulnya saja.
6. Konsisten dalam blogging
Setelah mereka puas dengan blog Anda, mereka pasti akan setia mengikuti blog Anda. Oleh karena itu, Anda harus tetap konsisten menulis agar tidak ditinggalkan oleh pembaca setia Anda.
7. Edit tulisan Anda
Baca kembali hasil tulisan Anda sebelum Anda melakukan post. Jangan sampai Anda memberikan informasi yang salah atau tulisan Anda tidak mengalir.
Dengan membuat sebuah blog yang bermutu, dapat dipastikan blog Anda akan dikunjungi oleh banyak orang. Dengan dikunjungi oleh dapat dipastikan mereka akan meninggalkan komentar dan biasanya komentar tersebut berisi saran yang dapat membuat Anda lebih maju lagi. Dengan adanya tanggapan dari user lain, dapat dipastikan kehidupan blogging Anda akan lebih bergairah lagi.
Selamat Mencoba!
sumber:chip.co.id
Senin, 15 Juni 2009
Ingin Nge-blog Dengan Benar?
Minggu, 14 Juni 2009
Luarbiasa Jangan Menyerah

Pernah mendengar sukses atau tidak itu adalah pilihan? Ya tentu saja
pernah, kata-kata ini memang sangat mudah diucapkan, tapi banyak sekali
yang tidak mengindahkan kata- kata ini. Kenapa hal ini sangat susah
untuk dijadikan pondasi berpikir kita, hal ini selalu saja dilawankan
dengan yang namanya luck, itu tidak disangkal even di salah satu buku
yang saya baca "Good to Great" semua pemimpin-pemimpin dunia yang masuk
ke dalam level 5 yaitu "good to great leader" sering merendahkan diri
dan berkata : "bahwa saya sukses karena angin selalu mendorong saya
untuk maju dan menjadi lebih baik".
Tidak ada salah satu dari kita yang
sanggup menyangkal pendapat ini, tapi buat apa kita memikirkan nasib
yang memang kita tidak bisa berbuat apa-apa untuk itu. Oleh karena itu
marilah kita berbuat yang bisa kita lakukan dan jangan pernah menyerah
untuk merubah keadaan kita. Pernah suatu ketika saya ngobrol dengan salah satu mahasiswa pasca
sarjana di salah satu perguruan tinggi di Jakarta. Sebuah cerita yang
sangat menarik yang saya harap dapat menjadi pembelajaran. Dalam cerita
ini menunjukkan bahwa keunggulan hati dapat menghancurkan tebing yang
mungkin yang secara logika tidak akan mungkin di lewatkan. Andi seorang
teman yang saya ajak berdiskusi selalu berusaha untuk berpikir positif
terhadap apa yang dihadapinya, sampai pada suatu waktu di mana dia
menghadapi satu kondisi harus menyelesaikan studinya yang telah di
jalaninya selama dua setengah tahun di pasca sarjana tersebut dan bila
ini tidak terselesaikan maka sia-sialah apa yang telah dia lakukan untuk
meraih gelas pasca sarjananya.
Sudah lama Andi merintis thesis yang dia buat ini kurang lebih sudah
memakan waktu lima bulanan. Namun apa yang terjadi pekerjaan Andi selama
lima bulan tersebut hancur dalam waktu satu hari, dimana sang dosen
pembimbing mengatakan bahwa ada kesalahan metode pembahasan masalah, dan
dengan gampangnya sang dosen berkata bahwa semua yang telah dilakukannya
harus dirubah, lebih gawatnya pembatalan itu terjadi dua minggu sebelum
batas akhir pengumpulan thesis. Kejadian ini menghantarkan Andi pada
suatu keadaan yang mungkin tidak semua orang bisa menghadapinya, dia
harus merubah semua thesisnya karena adanya kesalahan pemahaman antara
Andi dan dosennya, hal ini mungkin yang sering kita sebut sebagai
takdir. Keadaan ini membuat dia sangat shock terhadap apa yang terjadi
dengan dirinya lalu dia bercerita bahwa sekarang dia sangat tergoda
untuk menyerah dan membiarkan thesisnya untuk terbengkalai dan mengakui
bahwa dia telah gagal untuk menyelesaikan studinya.
Namun kegalauan ini tidak berlalu lama keesokan harinya di pagi hari
pada saat merenungi nasibnya Andi memotivasi dirinya sendiri dan
teringat dengan dua pepatah yang merebounds dia dari kehancuran yaitu
bahwa "kesuksesan itu adalah pilihan" dan "masalah itu ada tapi bukan
itu yang penting, yang penting adalah bagaimana kita menghadapi
masalah", what a good statement he had, dengan bermodalkan dua statement
itu Andi berusaha bangkit untuk membangun kembali pundi pundi
pendidikannya yang sedang hancur, and then apa yang terjadi untuk
membangun kembali ini Andi di sela-sela kegiatannya sebagai pegawai dan
usaha sampingan yang juga sedang dia rintis, harus merelakan waktunya
untuk dalam dua minggu menyelesaikan thesis yang sudah harus di
kumpulkan, and then dia berkata: "only god and me that can solve the
problem".
Lalu dia pun mulai usahanya untuk membaca dan melihat hal apa yang bisa
dia jadikan sebagai bahan thesisnya, sudah hampir setengah dari
perpustakaan dan thesis-thesis telah dibacanya namun tidak ada satupun
ide yang bisa dia dapat, and time goes by satu minggu telah berlalu dan
dia belum menghasilkan satu lembarpun tulisan yang akan menghiasi thesis
yang akan dia ajukan.
Keesokan harinya dia kembali berangkat kekampus untuk kembali
menjelajahi thesis thesis seniornya yang mungkin masih bisa dijadikan
referensi Namun seperti hari hari sebelumnya dia tidak berhasil
mendapatkan materi yang menarik, namun ditengah kelelahan dan tekanan
yang sebegitu luar biasanya.
Rupanya Tuhan memberikan sedikit semangat yang kadang hanya kita yang
bisa menafsirkannya entah petunjuk itu untuk dijadikan semangat baru
atau sebaliknya malah menjadi boomerang buat kita. Apa yang terjadi Andi
ditegur oleh salah satu teman kuliahnya yang sedang mengumpulkan
thesisnya, setelah dia berkeluh kesah sang teman kemudian memberikan
advice Andi untuk berbicara dengan temannya yang memiliki banyak materi
dan sangat baik hati untuk membantu. What a good help yang dia dapat
hari itu namun bukan hanya hal baik itu saja yang terjadi pada Andi.
Pada saat yang bersamaan pada waktu makan siang dia mendapatkan juga
satu pukulan dari temannya yang kebetulan sudah lulus, mereka
menertawakan kegilaan Andi yang ingin mengelarkan dalam satu minggu.
Pendapat tinggal pendapat malah apa yang didapat oleh kedua temannya
tadi menjadikannya jauh lebih kuat dan semakin bersyukur bahwa dia
sedang dipacu. Apa yang terjadi dia mengikuti pendapat temannya itu
untuk menemui teman yang banyak memiliki artikel menarik. Dalam
pertemuan itu Andi dan sang teman berdiskusi tentang apa yang hendak
mereka buat, sampai pada suatu titik sang teman berkata:
"Ya sudah saya bimbing kamu untuk menyelesaikan thesis ini, tapi saya
butuh kamu harus siap bekerja 24 jam untuk mengejar dead line kamu",
lalu si Andi berkata kalau memang waktu disiapkan 36 jam maka dia akan
menghabiskan seluruh waktu dia untuk mengejar targetnya.
Minggu yang sangat berat itu pun dimulai Andi, di mana dia harus
melakukan cuti mendadak di kantornya dan full selama satu minggu
mengerjaka thesisnya, ini bukannya hal yang mudah dalam pengerjaanya
banyak sekali hal yang membuat Andi tertekan dan depresi untuk
menyelesaikannya. Beberapa kendala Andi untuk menyelesaikan ini adalah
dia belum menguasai sekali data yang saya miliki dan belum mengerti cara
mengolahnya ditambah dengan seperti di kejar kejar waktu satu hal yang
paling membuat dia bermasalah dengan hal ini adalah ketidaksabaran sang
teman menghadapi dia.
Hal ini membuat dia depresi, dalam masa satu minggu itu kelambatan dia
untuk memahami pembuatan thesis itu membuat dia beberapa kali mendapati
dirinya di bodoh-bodohin oleh teman dia, dan menyatakan bahwa : "Udah
kamu nggak usah dateng lagi kemari kalau masih goblok........"
Pada saat mendengar itu dunia seakan runtuh di depan Andi, dan dia
berkata bahwa dia harus menyelesaikan dan berjuang untuk sukses yang dia
inginkan. Hinaan tadi dijadikan Andi sebagai tantangan dirinya yang
semakin besar untuk tetap berusaha menyelesaikan thesisnya tersebut.
Hari demi hari dilalui Andi dari kampusnya di Depok, rumah temannya yang
di Ciputat dan rumah sang dosen di Kelapa Gading menjadi lahapannya,
namun berkat kerja keras dan mental bajanya akhirnya tepat dua jam
sebelum penutupan penerimaan Andi akhirnya dapat menyelesaikan
thesisnya.
What a lovely story bukan? Banyak dari kita terlalu cepat menyerah
dengan keadaan yang menimpa kita dan kembali dengan satu kata kambing
hitam nasib, kalau saja si Andi dari cerita di atas menyerah dan pasrah
pada keadaannya, maka akan lain kejadiannya sekarang. Dia tidak akan
tegak membicarakn keberhasilannya yang telah dia capai. Ingat! bahwa
kita tidak pernah tahu rencana Tuhan terhadap kita maka janganlah
berburuk sangka terhadap Tuhan, orang lain terlebih kepada diri kita.
Tetaplah menjadi orang-orang yang semangat dan berjuang.
Lakukan yang terbaik yang bisa anda lakukan dan biar Tuhan yang
menggerakkan tangan-tangan ajaibnya kepada anda.
Jangan pernah kita mengalah kepada keadaan yang ada dan menimpa kita.
Teruslah membangun hati yang kuat dan berpikir positif. Selama kita
berpikir positif dengan keadaan kita maka sekeliling kita akan merespon
kita dengan positif.
info:beranigagal.blogspot.com
Selasa, 09 Juni 2009
Metode Mengajar Yang Jitu

Setiap Guru hendaknya menempuh metode pendidikan yang jitu sesuai dengan apa yang diajarkan dalam Al Qur’anul karim dan as Sunnah Nabawiyah, karena para guru ikut berpartisipasi dalam menyiapkan generasi muslim pada masa yang akan datang. Harapan kita adalah hadirnya generasi muslim yang dengan aqidah yang lurus, tangguh, berakhlaq mulia, yang bersih dan berani dalam rangka membela agama dan ummatnya.
Adapun metode jitu yang InsyaAlloh dapat diupayakan oleh para guru dalam mendidik generasi muda muslim adalah sebagai berikut:
Menanamkan Rasa Takut (khauf) dan berpengharapan (raja’)
Para guru harus menanamkan rasa takut kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala ke dalam jiwa anak-anak didiknya sebab Alloh Subhanahu wa Ta’ala sangat hebat siksanya kepada orang-orang yang durhaka kepadanya. Yaitu Orang-orang yang meninggalkan apa-apa yang diwajinkanNya. Sesungguhnya Alloh Subhanahu wa Ta’ala telah memberikan ancaman terhadap orang-orang yang durhaka (maksiat), bahwa mereka akan dibakar didalam neraka pada hari kiamat, padahal neraka jauh lebih panas dari pada api di dunia.
Tetapi sebaliknya Alloh Subhanahu wa Ta’ala telah menjanjikan kepada kaum mu’minin yang taat menjalankan kewajibannya, memenuhi hak-haknya Alloh Subhanahu wa Ta’ala dengan surga yang luas. Di dalamnya terdapat sungai-sungai, pohon-pohon, buah-buahan, bidadari-bidadari cantik dan berbagai kenikmatan di dalamnya.
Dalil bagi adanya keterpaduan antara rasa khauf (takut) dan raja’ (pengharapan), serta rasa senang dan cemas.
Kisah-Kisah
Kisah mempunyai pengaruh yang kuat terhadap jiawa, maka seorang pendidik selayaknya memperbanyak kisah-kisah yang bermanfaat. Dan itu banyak sekali terdapat dalam Al Qur’an dan Sunnah yang suci. Diantaranya:
- Kisah Ashabul Kahfi (penghuni surga), bertujuan untuk membentuk generasi yang beriman kepada Allah, cinta kepada tauhid dan benci kepada kemusyrikan.
- Kisah Nabi Isa , bertujuan unutk menjelaskan bahwa ia adalah hamba Alloh Subhanahu wa Ta’ala dan bukan Anak Alloh Subhanahu wa Ta’ala sebagaiman anggapan kaum nasrani.
- Kisah Yusuf, diantara tujuannya adalah untuk mengingatkan agar jangan sampai terjadi pergaulan campur aduk antara laki-laki dan perempuan sebab akan memberi akibat yang sangat jelek
- Kisah Yunus, bertujuan agar kita selalu beristianah (meminta pertolongan) hanya kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala saja, lebih-lebih ketika di timpa musibah. Kisah orang-orang yang terperangkap dalam gua. Diambil hikmahnya yaitu agar kita hanya bertawasul kepada Allah dengan amal-amal shalehnya. Seperti membantu orang tua, menjauhi zina karena Alloh Subhanahu wa Ta’ala, dll.
info:manhajislam.wordpress.com
Sabtu, 18 April 2009
Rahasia di balik semua kegagalan (bagian 2)

Aduch udah lama gak posting ni, salam semuanya bagi temen-temen seperjuangan, semoga sukses selalu menyertai kita, amiin..selanjutnya saya akan ngelanjutin postingan yang dahulu, klik di sini. untuk selanjutnya kita GOOOO......
Melaju dengan kegagalan
Malcolm Forbes, pebisnis sukses, sepertinya juga setuju dengan pernyataan Henry Ford mengenai kegagalan. Forbes bahkan menegaskan bahwa kegagalan adalah kesuksesan jika kita mau belajar dari kegagalan tersebut. Ilustrasi berikut yang didapat penulis dari sebuah email dan juga dikutip oleh Michael Lum Y dalam bukunya No Failure, Only Success Delayed menarik untuk kita simak bersama: Pada suatu hari, seorang petani yang sedang berjalan bersama keledainya, terpaksa menghentikan perjalanannya karena sang keledai jatuh ke dalam sumur. Setelah melihat sumur tua yang sudah tak terpakai, sang petani berpikir bahwa sumur ini sudah tidak ada gunanya. Kemudian ia melihat ke dalam sumur. Di dasar sumur terlihat keledai tuanya yang terjatuh. Karena menganggap bahwa sumur dan keledai tak ada gunanya, lalu sang petani mulai memanggil beberapa teman untuk mengubur keledai dan menutup sumur tua tersebut.
Sedikit demi sedikit tanah pun mulai diuruk. Sang keledai merasa sedih karena merasa tidak dihargai oleh tuannya. Tapi ia tidak putus asa. Tanah yang jatuh dipundaknya, digoncangnya, sehingga tanah jatuh ke bawah. Lalu sang keledai naik ke atas tanah tersebut. Demikian seterusnya, sang keledai naik terus.
Makin banyak tanah yang dilemparkan, makin dekat sang keledai ke permukaan, sampai akhirnya sampailah keledai ke permukaan sumur dan berhasil loncat ke luar.
Menurut Michael Lum, kegagalan adalah tanah urukan yang berkali-kali harus kita pikul. Tetapi, jika kita bisa memanfaatkan kegagalan dengan baik, maka kegagalan bahkan bisa kita jadikan senjata untuk meraih kemenangan.
Belajar dan berubah dengan kegagalan
Kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Kegagalan adalah awal dari suatu perubahan. Dengan kegagalan dalam perekonomian, khususnya di bidang perbankan, Indonesia belajar untuk memperbaiki sistem perekonomian dan perbankan yang ternyata memang sudah bobrok. Beberapa bank mengalami perombakan dan perubahan ke arah perbaikan. Beberapa perusahaan negara dan juga swasta dilebur, direstrukturisasi untuk mengalami perbaikan kinerja.
Jepang dan Jerman yang mengalami kekalahan dan kegagalan dalam Perang Dunia yang lalu, belajar dari kepedihan yang mereka alami. Kedua negara ini kemudian melakukan perubahan di semua bidang pembangunan untuk memperbaiki kondisi ekonomi, sosial dan politik yang hancur. Dalam beberapa dekade saja, kedua negara ini berhasil menempatkan diri sebagai negara adidaya yang sukses hampir di semua aspek pembangunan bangsa.
Bangkit dari Kegagalan
Sekarang kita sudah tahu bahwa kegagalan bukanlah hal yang perlu ditakutkan. Bahkan banyak hal positif yang bisa kita petik dari kegagalan. Selanjutnya, yang perlu kita ketahui adalah langkah-langkah apa yang perlu kita ambil jika kita harus mengalami kegagalan.
Kesadaran. Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah menyadari bahwa kita sedang mengalami kegagalan. Tanpa kesadaran ini, kita tidak bisa berlanjut ke langkah perbaikan berikutnya. Biasanya, banyak tanda-tanda yang menyertai datangnya kegagalan, antara lain, hasil penilaian kinerja yang buruk, masalah dalam komunikasi antardepartemen, arus kas yang terhambat, menurunnya keuntungan, ataupun berkurangnya pelanggan secara drastis dalam kurun waktu tertentu.
Evaluasi.
Setelah kita sadar bahwa kita telah mengalami kegagalan, langkah selanjutnya adalah mengevaluasi kesalahan apa yang sudah kita lakukan. Evaluasi bisa dilakukan dengan mengurut kembali langkah-langkah yang telah kita lakukan sebelumnya, lalu menganalisa kegagalan yang terjadi. Kegagalan bisa saja terjadi karena faktor internal: keterampilan dan pengetahuan yang kurang, fasilitas dan dukungan yang terbatas, sikap yang negatif, kurang komitmen, atau kurang persiapan. Kesalahan bisa juga datang dari luar: kondisi perekonomian yang memburuk, peraturan dan perundang-undangan baru yang tidak mendukung, atau adanya teknologi baru yang belum kita manfaatkan.
Koreksi dan perubahan.
Hasil evaluasi kemudian perlu kita olah agar bisa kita gunakan untuk mempelajari dan menentukan tindakan koreksi yang harus dilakukan dan perubahan yang perlu kita ciptakan untuk membantu kita bangkit dari kegagalan.
Konsolidasi.
Setelah tindakan koreksi dan perubahan kita susun, langkah selanjutnya adalah melakukan konsolidasi. Konsolidasi bisa kita lakukan ke dalam ataupun ke luar, dan dengan berbagai pihak, antara lain: atasan, bawahan, rekan sekerja, pelanggan, supplier, bahkan keluarga dan teman. Konsolidasi ini diperlukan untuk menggalang dukungan, mengumpulkan sumber daya yang diperlukan, serta menyusun strategi sukses.
Perencanaan.
Setelah konsolidasi dilakukan, perencanaan yang lebih matang pun bisa kita siapkan. Dalam perencanaan, jangan lupa untuk mengantisipasi kendala, kesalahan, dan kegagalan yang mungkin harus kita alami, atau bahkan yang harus kita ciptakan untuk kita jadikan batu loncatan guna meraih sukses (seperti sang keledai yang menggunakan tanah yang dilemparkan ke pundaknya untuk melangkah maju dan keluar dari mulut sumur).
Aksi. Perencanaan yang telah disusun harus segera diimplementasikan. Perencanaan tanpa pelaksanaan tak ada nilai tambahnya. Jadi, setelah semuanya disusun dengan baik, langkah selanjutnya adalah melaksanakannya, yaitu melakukan aksi, setelah itu barulah kita bisa memetik hasilnya.
Soichiro Honda, Thomas Edison, Rupert Murdock, Albert Einstein adalah orang-orang yang meraih sukses di bidang masing-masing melalui berbagai kegagalan, sehingga meraih absolute financial freedom. Mereka sudah membuktikan bahwa kegagalan berada dalam satu paket dengan kesuksesan. Mereka juga telah banyak memperoleh manfaat dari serangkaian kegagalan yang mereka alami. Jadi, jika kegagalan datang, kita tidak perlu patah semangat, pastikan bahwa kita memetik manfaat dari kegagalan dan bagaimana menjadi kaya serta menggunakannya sebagai batu loncatan untuk meraih sukses.
Sabtu, 11 April 2009
Rahasia di balik semua kegagalan ( bagian 1)

Bukti yang tak bisa dipungkiri oleh semua orang, ketika akan menyambut datangnya sukses pasti hati yang berbunga akan setia menunggu dengan tangan terbuka. Sebaliknya, banyak orang akan berusaha agar tidak mengalami kegagalan. Kenyataannya, sukses dan gagal merupakan ”satu paket” yang tidak bisa dipisahkan. Lalu, mengapa kita harus takut pada kegagalan? Yang perlu kita ketahui adalah apa yang harus kita lakukan ketika kegagalan datang. Simak yang berikut.
Jika kita sadar bahwa kegagalan itu merupakan bagian dari sukses dan kegagalan merupakan guru yang terbaik, maka kita tidak akan takut ketika kegagalan datang.
Kegagalan merupakan bagian dari sukses
Di balik manisnya kesuksesan ada setumpuk kegagalan. Seorang bayi, ketika belajar berbicara, harus melewati ”kegagalan” dalam mengucapkan huruf, kata, dan kalimat. Sebelum seorang anak bisa berjalan, bahkan berlari, pasti mengalami jatuh berkali-kali. Kegagalan juga dialami oleh orang dewasa. Tanyakan saja kepada para ilmuwan. Sebelum mereka berhasil mempersembahkan karya ilmiah yang gemilang, mereka banyak mengalami kegagalan (puluhan, bahkan ratusan kegagalan) dalam percobaan dan riset yang mereka lakukan.
Sebelum Thomas Alva Edison menemukan bola lampu yang berhasil merevolusi kehidupan manusia, ia melakukan banyak kesalahan dan mengalami ratusan percobaan yang gagal. Bahkan dari ratusan percobaan tersebut, hanya satu yang berhasil membawa sukses: penemuan bola lampu. Demikian juga dengan olahragawan, sebelum mereka berhasil membukukan sukses, mereka juga harus melewati jalan yang sama: kegagalan. Lance Armstrong, pebalap sepeda dunia yang telah berhasil memenangkan berbagai kejuaran dunia balap sepeda, dia juga mengalami banyak kegagalan. Ia harus mengalami jatuh bangun dalam ratusan kali latihan yang ia jalani dalam mempersiapkan diri sebelum ikut suatu pertandingan.
Hal yang sama juga dialami oleh para pebisnis sukses. Mereka bahkan memasukkan kegagalan dalam rencana sukses mereka. Kegagalan mereka antisipasi dalam perjalanan meraih sukses, sehingga mereka pun bisa mempersiapkan diri dengan baik untuk melewati jalan yang penuh kesulitan.Ketika jalan itu berhasil mereka lalui, mereka mengambil pelajarannya dan terus melaju meraih yang mereka cita-citakan.
Kegagalan merupakan guru yang terbaik
Banyak memang pelajaran yang kita dapat dari kesuksesan. Tapi, biasanya, pelajaran dari kegagalan akan lebih melekat dan lebih mudah kita ingat. Santi, yang baru saja mengalami kegagalan dalam tahap akhir interviu untuk memperoleh pekerjaan yang diidamkannya, sangat terpukul.
Ia menganalisa lagi tiap langkah yang ia lakukan selama interviu. Ternyata, setelah diamati dengan rinci, malam sebelumnya, ia nervous, sehingga ia hanya tidur sekitar dua jam saja, dan tidak tampil prima secara fisik ketika harus diwawancara.
Lain lagi dengan Mustafa. Dengan dibekali semangat tinggi, rencana bisnis yang menurutnya sudah sempurna, serta dibekali uang tabungan yang berhasil dikumpulkan selama sepuluh tahun bekerja, ia mencoba memulai usahanya sendiri. Tetapi yang ia lupakan adalah mengantisipasi ”kegagalan” dalam agenda bisnisnya. Akibatnya, ketika enam bulan pertama ia masih harus mengalami kegagalan ia tidak siap, sehingga bisnisnya harus gulung tikar.
Setelah mengalami kegagalan yang menyakitkan. Mustafa kembali bangkit menggalang dukungan dan mengumpulkan dana untuk memulai usaha dari awal lagi. Kali ini, belajar dari sakitnya kegagalan yang ia alami, Mustafa memasukkan ”kegagalan” dalam rencana bisnisnya, terutama pada enam bulan sampai satu tahun pertama. Dengan perencanaan yang lebih matang, akhirnya ia berhasil meraih keuntungan.
Belajar dari Kegagalan
Henry Ford, sang kaisar di kerajaan mobil, mengatakan bahwa kegagalan merupakan kesempatan untuk memulai kembali dengan cara yang lebih cerdas. Jadi, ketika kita mengalami kegagalan, janganlah menganggap bahwa kegagalan itu adalah akhir dari perjalanan hidup kita. Tapi dengan adanya kegagalan, kita mempunyai kesempatan untuk memulai kembali dengan lebih bijak. Salam Sukses and Go Action.... (bersambung bag.2)